III. Web Proxy Server
Secara singkat web proxy bisa diartikan sebagai sebuah server yang menyimpan (cache) setiap halaman web yang pernah dikunjungi sehingga jika web tersebut dikunjungi lagi proses menampilkan isi web akan lebih cepat.
Berikut analoginya : Asumsinya ketika client1 mengakses website A maka proses yang terjadi adalah client1 meminta/request ke web server yang mempunyai website A tersebut. Ketika client2 atau yang lain mengakses website yang sama (website A) maka proses client tersebut akan mengulang kembali proses meminta/request ke web server tersebut. Seandainya ada banyak client lain yang mengakses website yang sama (website A) maka proses yang sama akan dilakukan lagi. nah inilah yang membuat akses terasa lambat.
Disinilah peran sebuah Proxy sangat dibutuhkan untuk mempercepat akses website. Suatu halaman website yang pernah dikunjungi oleh client akan disimpan (cache) di server proxy. Ketika ada client yang meminta/request suatu website maka client tidak langsung request ke webserver. client akan mencari website yang direquest-nya ke proxy dulu, kalo ada maka proxy akan menjawab request tersebut dan memberikannya ke client, jika website yang dicari tidak ditemukan di simpanan/Cache proxy barulah proxy server request website tersebut ke webserver dituju.
Ada banyak macam proxy, untuk basis OS windows bisa menggunakan winroute,winproxy, dll. untuk basis OS linux bisa menggunakan Squid. Disini saya menggunakan basis linux mikrotik. selain handal digunakan sebagai router, mikrotik juga bisa digunakan sebagai web proxy server.
Berikut skripnya :
#1. Setting web Proxy (transparent)
/ip web-proxy
set enabled=yes
set hostname=proxyAtlantis
set transparent-proxy=yes
Keterangan :
set enabled=yes untuk mengaktifkan web proxy
hostname=hostname dns atau ip address web proxy
set transparent-proxy=yes mengaktifkan transparent-proxy
settingan web proxy yang lain menggunakan default bawaan mikrotik.
#2. Setting cache web-proxy
/ ip web-proxy cache
add url=”:cgi-bin \\?” action=deny comment=”don’t cache dynamic http pages” disabled=no
Keterangan :
web-proxy tidak akan menyimpan file2 cgi-bin (web dinamis)
#3. Setting redirect ke proxy
/ip firewall nat–
add chain=dstnat protocol=tcp dst-port=80 action=redirect to-port=3128
keterangan :
Redirect digunakan untuk membelokkan/memaksa koneksi port 80 (www/web) dari client ke port 3128 default-nya web proxy mikrotik, jadi semua request client yang menggunakan port 80 (www/web) akan di belokkan ke web proxy mikrotik.
#4. Memonitor web proxy
/ip web-proxy
monitor interval=1
keterangan :
memonitor penggunaan web proxy mikrotik dengan interval waktu 1 detik
untuk keluar tekan CTRL+C.
Selesai deh.. hasilnya sangat memuaskan.. gak ada lagi user yang mengeluh koneksi lemot. Masing2 happy deh…
Tag: firewall mikrotik, mikrotik web proxy, router mikrotik, web proxy mikrotik